running

DONNY BANGKIT ARIWIBOWO

Selasa, 04 Juni 2013

Pengertian Denah, Tampak, dan Potongan dalam Arsitektur



Semester dua kemaren, gue pernah dapet pelajaran AutoCAD Komunikasi Arsitektur. Awalnya gue kira matpel ini bakal banyak ngobrolin tentang, misalnya, gimana cara berproses dengan klien, gimana cara mempresentasikan proyek, dsb. Namun, pada kenyataannya, media komunikasi yang dimaksud di sini ternyata berbeda. Sebagai seorang calon arsitek, kita jelas nggak banyak “berbicara” dengan kata, melainkan dengan gambar. Ya, gambar. Alhasil, sebagian besar jam matpel ini banyak diisi oleh kegiatan menggambar, termasuk berlatih menggambar berbagai garis secara freehand, mengarsir, dan juga mempelajari pedoman-pedoman grafik dalam arsitektur itu gambarr Manual.
Salah satu tugas yang diberikan di awal masa sem 2 adalah membuat gambar Rumah melalui AutoCAD  serta contoh dari gambar-gambar teknik sebuah bangunan seperti denah, lay out, site plan, tampak, serta potongan. Tugas ini dikerjain secara individu. Tapi, pada waktu itu, karena masih belum tahu banyak, gue bersama Bayu Sugi (temen XIBD) pun kesulitan mencari referensi yang baik dan pas. Nah, kali ini, gue mencoba menuliskan kembali hasil catatan gue buat referensi yang mungkin dapet tugas serupa atau siapapun yang pengin belajar tentang bab ini. Selamat membaca!
Denah
Description: gambar denah, denah rumah mediterania, denah dua lantai, gambar 
kerja denahDefinisi: Denah adalah tampak atas bangunan yang terpotong secara horizontal setinggi 1m dari ketinggian 0.00 sebuah bangunan dengan bagian atas bangunan dibuang/dihilangkan.
Fungsi denah antara lain untuk menunjukkan:
- fungsi ruang
- susunan ruang
- sirkulasi ruang
- dimensi ruang
- letak pintu dan bukaan
- isi ruang
- fungsi utilitas ruang (air, listrik, AC, dll.) pada denah-denah tertentu
Pada gambar denah presentasi, biasanya bagian dinding yang terpotong hanya diblok dengan warna hitam, sementara kolom diberi warna putih untuk pembedaan. Sedangkan, pada gambar teknik untuk pekerjaan lapangan, bagian yang terpotong tersebut perlu dilengkapi dengan notasi material sebagai pedoman pengerjaan.
Untuk ketebalan, bagian yang terpotong digambar dengan garis yang lebih tebal. Furnitur dalam ruangan, kecuali tingginya melebihi 1m dari level 0.00 yang ditentukan, digambar dengan garis yang lebih tipis.
Layout
Denah yang dilengkapi dengan lingkungan, jalan, dan bangunan di sekitarnya.
Kawasan
Layout yang luasnya melebihi kota/desa/wilayah.
Site Plan
Tampak atas bangunan yang dilegkapi dengan lingkungan sekitarnya.
Tampak
Definisi: Wujud bangunan secara dua dimensi yang terlihat dari luar bangunan.Description: tampak depan, gambar tampak arsitektur, tampak depan rumah 
mediterania, tampak depan rumah dua lantai
Fungsi gambar tampak antara lain untuk menunjukkan:
- dimensi bangunan
- proporsi
- gaya arsitektur
- warna & material
- estetika
Karena digambar secara dua dimensi, pada gambar tampak kemungkinan akan ada beberapa bagian bangunan yang ukurannya menjadi tidak sesuai dengan ukuran yang sebenarnya (sesuai skala), yakni garis atau bidang yang tidak sejajar dengan bidang gambar. Untuk arah pandang sendiri tidak tergantung pada suatu patokan yang pasti. Bisa jadi gambar tampak dinamai sesuai dengan arah mata angin (tampak utara, tampak timur, dll.) atau dinamai sesuai view tertentu seperti tampak dari danau, tampak dari jalan raya, dsb. Selain itu bisa juga diberi nama tampak A, tampak B, dst. Sesuai keinginan dari sang arsitek yang ditentukan pada denah.
Potongan
Description: gambar potongan, gambar kerja potongan, gambar potongan rumah dua 
lantaiGambar dari suatu bangunan yang dipotong vertikal pada sisi yang ditentukan (tertera pada denah) dan memperlihatkan isi atau bagian dalam bangunan tersebut.
Fungsi potongan untuk menunjukkan:
- Struktur bangunan
- Dimensi tinggi ruang
Untuk kriteria penggambaran, potongan kurang lebih sama dengan denah. Bagian yang terpotong digaris tebal dengan notasi material bila merupakan gambar kerja.
Ada juga yang disebut potongan ortogonal, yaitu gambar potongan yang berkesan tiga dimensi karena digambar dengan teknik gambar perspektif satu titik lenyap. Letak titiknya sendiri berada di tengah bangunan.

Minggu, 05 Mei 2013


Sejarah Hidup Nabi Muhammad SAW - Nabi Muhammad SAWmerupakan nabi terakhir yang di utus ke muka bumi ini. Setelah nabi Muhammad SAW tidak ada nabi lagi setelahnya. Nabi Muhammad SAW adalah panutan atau teladan bagi umat Islam. Tanpa jasa dan usahanya mungkin sampai saat ini kita tidak akan pernah memeluk agama Islam. Berikut ini sekelumit kisahnya yang harus kita ketahui:

Sejarah Hidup Nabi Muhammad SAW

1. Masa Kelahiran Nabi Muhammad SAW dan Kebiasaan Masyarakat Jahiliyah

Pada masa kelahiran Nabi Muhammad SAW terdapat kejadian yang luar biasa yaitu ada serombongan pasukan Gajah yang dipimpin Raja Abrahah (Gubernur kerajaan Habsyi di Yaman) hendak menghancurkan Kakbah karena negeri Makkah semakin ramai dan bangsa Quraisy semakin terhormat dan setiap tahunnya selalu padat umat manusia untuk haji. Ini membuat Abrahah iri dan Abrahah berusaha membelokkan umat manusia agar tidak lagi ke Makkah. Abrahah mendirikan gereja besar di Shan’a yang bernama Al-Qulles. Namun tak seorang pun mau datang ke gereja Al Qulles itu. Abrahah marah besar dan akhirnya mengerahkan tentara bergajah untuk menyerang Kakbah. Didekat Makkah pasukan bergajah merampas harta benda penduduk termasuk 100 ekor Unta Abdul Muthalib

Dengan tak disangka Abdul Munthalib kedatangan utusan Abrahah supaya menghadap ke Abrahah. Yang pada akhirnya Abdul Munthalib meminta Untanya untuk dikembalikan dan bersedia mengungsi bersama penduduk dan Abdul Munthalib berdo’a kepada Allah supaya Kakbah diselamatkan.

Keadaan kota Makkah sepi tentara Abrahah dengan leluasa masuk Makkah dan siap untuk menghancurkan Kakbah. Allah SWT mengutus burung Ababil untuk membawa kerikil Sijjil dengan paruhnya. Kerikil itu dijatuhkan tepat mengenai kepala masing-masing pasukan bergajah tersebut hingga tembus ke badan sampai mati. Peristiwa ini diabadikan dalam Al-Qur’an surat Al Fiil ayat 1-5. (QS 105 :1-5). Pasukan bergajah hancur lebur mendapat adzab dari Allah SWT.

Pada masa itu lahir bayi yang diberi nama Muhammad dari kandungan ibu Aminah dan yang ber-ayahkan Abdullah. Muhammad lahir sudah yatim karena saat nabi Muhammad SAW masih dalam kandungan ayahnya sudah meninggal dunia. Nabi Muhammad SAW lahir pada hari Senin, 12 Rabiul Awal tahun Gajah dan bertepatan tanggal 22 April 571 M.

2. Kebiasaan Masyarakat Jahiliyah

Pada zaman kelahiran nabi Muhammad SAW masyarakat Makkah mempunyai kebiasaan jahiliyah yaitu kebiasaan menyembah patung atau berhala. Jahiliyah artinya zaman kebodohan. Yang disembah bukan Allah tetapi patung atau berhala dan kebiasaannya sangat buruk yaitu mabuk, berjudi, maksiat dan merendahkan derajat wanita. Mereka hidup berpindah-pindah dan terpecah dalam suku-suku yang disebut kabilah. Hidup serba bebas tidak ada aturan dalam bermasyarakat. Sehingga kehidupan sangat kacau balau.

Nah, di saat kekacaubalauan masyarakat Makkah itu lahir Nabi Muhammad SAW sebagai Rahmat bagi seluruh alam.

3. Masa Kanak-Kanak Nabi Muhammad SAW hingga Masa Kerasulannya

Kebiasaan di kalangan pemuka pada saat itu apabila mempunyai bayi, maka bayi yang baru lahir itu dititipkan kepada kaum ibu pedesaan. Dengan tujuan agar dapat menghirup udara segar dan bersih serta untuk menjaga kondisi tubuh ibunya agar tetap sehat.

Menurut riwayat, setelah Muhammad dilahirkan disusui oleh ibunya hanya beberapa hari saja, Tsuaibah menyusui 3 hari setelah itu oleh Abdul Munthalib disusukan kepada Halimah Sa’diyah istri Haris dari kabilah Banu Saad.

Semenjak kecil Muhammad memiliki keistimewaan yaitu badannya cepat besar, umur 5 bulan sudah dapat berjalan dan umur 9 th sudah lancar berbicara serta umur 2 th sudah menggembalakan kambing dan wajahnya memancarkan cahaya.

Muhammad diasuh Halimah selama 6 th. Pada usia 4 th Muhammad didekati oleh malaikat Jibril dan menelentangkannya lalu membelah dada dan mengeluarkan hati serta segumpal darah dari dada nabi Muhammad SAW lalu Jibril mencucinya kemudian menata kembali ke tempatnya dan Muhammad tetap dalam keadaan bugar.

Dengan adanya peristiwa pembelahan dada itu, Halimah khawatir dan mengembalikan Muhammad ke ibundanya. Pada usia 6 th nabi diajak Ibunya untuk berziarah ke makam ayahnya di Yatsrib dengan perlalanan 500 km. Dalam perjalanan pulang ke Makkah Aminah sakit dan akhirnya meninggal di Abwa yang terletak antara Makkah dan Madinah.

Nabi Muhammad lantas ditemani Ummu Aiman ke Makkah dan diantarkan ke tempat kakeknya yaitu Abdul Munthalib. Sejak itu Nabi menjadi yatim piyatu tidak punya ayah dan ibu. Abdul Munthalib sangat menyayangi cucunya ini (Muhammad) dan pada usia 8 th 2 bl 10 hari Abdul Munthalib wafat. Kemudian Nabi diasuh oleh pamannya yang bernama Abu Thalib.

Abu Thalib mengasuh menjaga nabi sampai umur lebih dari 40 th. Pada usia 12 th nabi diajak Abu Thalib berdagang ke Syam. Di tengah perjalanan bertemu dengan pendeta Bahira. Untuk keselamatan nabi Bahira meminta abu Thalib kembali ke Makkah.

Ketika Nabi berusia 15 th meletus perang Fijar antara kabilah Quraisy bersama Kinanah dengan Qais Ailan. Nabi ikut bergabung dalam perang ini dengan mengumpulkan anak-anak panah buat paman-paman beliau untuk dilemparkan kembali ke musuh.

Pada masa remajanya Nabi Muhammad biasa menggembala Kambing dan pada usia 25 th menjalankan barang dagangan milik Khadijah ke Syam. Nabi Muhammad SAW dipercaya untuk berdagang dan ditemani oleh Maisyarah. Dalam berdagang nabi SAW jujur dan amanah serta keuntungannya melimpah ruah.

Peristiwa tentang cara dagangnya nabi SAW itu diceritakan Maisyarah ke Khadijah. Lantas Khadijah tertarik dan mengutus Nufaisah Binti Mun-ya untuk menemui Nabi agar mau menikah dengan Khadijah. Setelah itu Nabi memusyawarahkan kepada pamannya dan disetujuinya akhirnya Khadijah menikah dengan Nabi Muhammad SAW dengan mas kawin 20 ekor Onta Muda.

Usia Khadijah waktu itu 40 th dan Nabi Muhammad SAW 25 th. Dalam perkawinannya Nabi dianugerahi 6 putra-putri yaitu Qasim, Abdullah, Zainab, Ruqayah, Ummu Kulsum dan Fatimah. Semua anak laki-laki nabi wafat waktu masih kecil dan anak perempuannya yang masih hidup sampai nabi wafat adalah Fatimah.

Masa Kerasulan Nabi Muhammad SAW


Pada usia 35 th lima tahun sebelum kenabian ada suatu peristiwa yaitu Makkah dilanda banjir besar hingga meluap ke baitul Haram yang dapat meruntuhkan Kakbah. Dengan peristiwa itu orang-orang Quraisy sepakat untuk memperbaiki Kakbah dan yang menjadi arsitek adalah orang Romawi yang bernama Baqum.

Ketika pembangunan sudah sampai di bagian Hajar Aswad mereka saling berselisih tentang siapa yang meletakkan hajar Aswad ditempat semula dan perselisihan ini sampai 5 hari tanpa ada keputusan dan bahkan hampir terjadi peretumpahan darah. Akhirnya Abu Umayah menawarkan jalan keluar siapa yang pertama kali masuk lewat pintu Masjid itulah orang yang memimpin peletakan Hajar Aswad. Semua pada sepakat dengan cara ini. Allah SWT menghendaki ternyata yang pertama kali masuk pintu masjid adalah Rasulullah SAW dan yang berhak adalah Rasulullah.

Orang-orang Quraisy berkumpul untuk meletakkan Hajar Aswad . Rasulullah meminta sehelai selendang dan pemuka-pemuka kabilah supaya memegang ujung-ujung selendang lalu mengangkatnya bersama-sama. Setelah mendekati tempatnya Nabi mengambil Hajar Aswad dan meletakkannya ke tempat semula akhirnya legalah semua. Mereka pada berbisik dan menjuluki “Al-Amin” yang artinya dapat dipercaya.

Nabi Muhammad SAW mempunyai kelebihan dibanding dengan manusia biasa, beliau sebagai orang yang unggul, pandai, terpelihara dari hal-hal yang buruk, perkataannya lembut, akhlaknya utama, sifatnya mulia, jujur terjaga jiwanya, terpuji kebaikannya, paling baik amalnya, tepat janji, paling bisa dipercaya sehingga mendapat julukan Al-Amin dan beliau juga membawa bebannya sendiri, memberi kepada orang miskin, menjamu tamu dan menolong siapapun yang hendak menegakkan kebenaran.

Pada saat Nabi Muhammad SAW hampir berusia 40 th kesukaannya mengasingkan diri dengan berbekal Roti dan pergi ke Gua Hira di Jabal Nur. Rasulullah di Gua Hira beribadah dan memikirkan keagungan alam. Pada usia genap 40 th Nabi dianggkat menjadi Rasul. Beliau menerima wahyu yang pertama di gua Hira dengan perantaraan Malaikat jibril yaitu surat Al-Alaq ayat 1-5.

Ketika Nabi berada di gua Hira datang malaikat Jibril dan memeluk Nabi sambil berkata “Bacalah”. Jawab Nabi “Aku tidak dapat membaca” Lantas Malaikat memegangi dan merangkul Nabi hingga sesak kemudian melepaskannya dan berkata lagi “Bacalah”. Jawab Nabi”Aku tidak bisa membaca”. Lantas Malaikat memegangi dan merangkulnya lagi sampai ketiga kalinya sampai Nabi merasa sesak kemudian melepasknnya. Lalu Nabi bersedia mengikutinya (Surat Al-Alaq ayat 1-5). QS 96 : 1-5)

Rasulullah mengulang bacaan ini dengan hati yang bergetar lalu pulang dan menemui Khadijah (isterinya) untuk minta diselimutinya. Beliau diselimuti hingga tidak lagi menggigil tapi khawatir akan keadaan dirinya.

Khadijah menemui Waraqah bin Naufal dan menceritakan kejadian yang dialami oleh Nabi. Waraqah menanggapi “Maha suci, Maha suci, Dia benar-benar nabi umat ini, katakanlah kepadanya, agar dia berteguh hati.

4. Rasulullah Berdakwah

Rasulullah SAW di kala mengasingkan diri di Gua Hira dengan perasaan cemas dan khawatir tiba-tiba terdengan suara dari langit, beliau menengadah tampak malaikat jibril. Beliau menggigil, ketakutan dan pulang minta kepada isterinya untuk menyelimutinya. Dalam keadaan berselimut itu datang Jibril menyampaikan wahyu yang ke dua yaitu surat Al Muddatsir (QS 74 ayat 1-7).

Dengan turunnya wahyu ini Rasulullah SAW mendapat tugas untuk menyiarkan agama Islam dan mengajak umat manusia menyembah Allah SWT.

1). Menyiarkan Agama Islam Secara Sembunyi-Sembunyi


Setelah Rasulullah SAW menerima wahyu kedua mulailah beliau dakwah secara sembunyi-sembunyi dengan mengajak keluarganya dan sahabat-sahabat beliau seorang demi seorang masuk Islam.

Orang-orang yang pertama-tama masuk Islam adalah:

a). Siti Khadijah (Istri Nabi SAW)

b). Ali Bin Abi Thalib (Paman Nabi SAW)

c). Zaid Bin Haritsah (Anak angkat Nabi SAW)

d). Abu Bakar Ash-Shidiq (Sahabat Dekat Nabi SAW)

Orang-orang yang masuk Islam dengan perantaraan Abu Bakar Ash-Shidiq yaitu:

a). Utsman Bin Affan

b). Zubair Bin Awwam

c). Saad Bin Abi Waqqash

d). Abdurahman Bin Auf

e). Thalhah Bin “Ubaidillah

f). Abu Ubaidillah Bin Jarrah

g). Arqam Bin Abil Arqam

h). Fatimah Binti Khathab

Mereka itu diberi gelar “As-Saabiqunal Awwaluun” Artinya orang-orang yang terdahulu dan yang pertama-tama masuk Islam dan mendapat pelajaran tentang Islam langsung dari Rasulullah SAW di rumah Arqam Bin Abil Arqam.

2). Menyiarkan Agama Islam Secara Terang-Terangan


Tiga tahun lamanya Rasulullah SAW dakwah secara sembunyi sembunyi dari satu rumah ke rumah lainnya. Kemudian turun surat Al Hijr: 94 (QS 15 ayat 94). Artinya”Maka sampaikanlah secara terang-terangan segala apa yang telah diperintahkan kepadamu dan berpalinglah dari orang-orang musyrik (QS Al Hijr : 15). Dengan turunnya ayat ini Rasulullah SAW menyiarkan dakwah secara terang-terangan dan meninggalkan cara sembunyi-sembunyi. Agama Islam menjadi perhatian dan pembicaraan yang ramai dikalangan masyarakat Makkah. Islam semakin meluas dan pengikutnya semakin bertambah.

5. Bagaimana tanggapan orang-orang Quraisy?

Orang-orang quraisy marah dan melarang penyiaran islam bahkan nyawa Rasul terancam. Nabi beserta sahabatnya semakin kuat dan tangguh tantangan dan hambatan dihadapi dengan tabah serta sabar walaupun ejekan, cacian, olok-olokan dan tertawaan, menjelek-jelekkan, melawan al-Qur’an dan memberikan tawaran bergantian dalam penyembahan.

Dakwah secara terangan ini walaupun banyak tantangan banyak yang masuk Agama Islam dan untuk penyiaran Islam Nabi SAW ke Habasyah (Etiopia),Thaif, dan Yatsrib (Madinah). Sehingga Islam meluas dan banyak pengikutnya.

Pada masa kerasulan Nabi Muhammad SAW th ke 10 pada saat “Amul Khuzni”artinya tahun duka cita yaitu Abu Thalib (pamannya wafat) dan siti Khadijah (istri nabi juga wafat) serta umat Islam pada sengsara. Ditengah kesedihan ini Nabi Muhammad dijemput oleh Malaikat Jibril untuk Isra’ Mi’raj yaitu sebuah perjalanan dari masjidil Aqsha ke Masjidil Haram dan dari Masjidil Haram menuju ke Sidratul Muntaha untuk menghadap Allah SWT untuk menerima perintah shalat lima waktu.

6. Rasulullah SAW sebagai Uswatun Hasanah

Uswatun Hasanah artinya teladan yang baik. Panutan dan teladan umat Islam adalah Nabi Muhammad SAW. seorang laki-laki pilihan Allah SWT yang diutus untuk menyampaikan ajaran yang benar yaitu Agama Islam. Oleh sebab itu, kita sebagai muslim harus meniru dan mencontoh kepribadian beliau. Sebagaimana Firman Allah SWT dalam QS Al Ahzab ayat 21 yang berbunyi:

Artinya”Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah SAW suri teladan yang baik bagimu bagi orang yang mengharap rahmat Allah SWT dan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.(QS Al Ahzab:21).

Untuk dapat meneladani Rasulullah SAW harus banyak belajar dari Al-Qur’an dan Al Hadits. Sebagai salah satu contoh saja yaitu tentang kejujuran dan amanah atau dapat dipercayanya nabi Muhammad SAW.

7. Sifat Rasulullah SAW

Rasulullah SAW mempunyai sifat yang baik yaitu:

1). Siddiq

Siddiq artinya jujur dan sangat tidak mungkin Rasulullah bersifat bohong (kidzib) Rasulullah sangat jujur baik dalam pekerjaan maupun perkataannya. Apa yang dikatakan dan disampaikan serta yang diperbuat adalah benar dan tidak bohong. Karena akhlak Rasulullah adalah cerminan dari perintah Allah SWT.

2). Amanah

Amanah artinya dapat dipercaya. Sangat tidak mungkin Rasulullah bersifat Khianat atau tidak dapat dipercaya. Rasulullah tidak berbuat yang melanggar aturan Allah SWT. Rasulullah taat kepada Allah SWT. Dan dalam membawakan risalah sesuai dengan petunjuk Allah SWT tidak mengadakan penghianatan terhadap Allah SWT maupun kepada umatnya.

3). Tabligh

Tabligh artinya menyampaikan. Rasulullah sangat tidak mungkin untuk menyembunyikan (kitman). Setiap wahyu dari Allah disampaikan kepada umatnya tidak ada yang ditutup- tutupi atau disembunyikan walaupun yang disampaikan itu pahit dan bertentangan dengan tradisi orang kafir. Rasulullah menyampaikan risalah secara sempurna sesuai dengan perintah Allah SWT.

4). Fathonah

Fathonah artinya cerdas. Sangat tidak mungkin Rasul bersifat baladah atau bodoh. Para Rasul semuanya cerdas sehingga dapat menyampaikan wahyu yang telah diterima dari Allah SWT. Rasul adalah manusia pilihan Allah SWT maka sangat tidak mungkin Rasul itu bodoh. Apabila bodoh bagaimana bisa menyampaikan wahyu Allah.

8. Haji Wada’ Rasulullah SAW

Pada tahun 10 H, nabi Muhammad SAW melaksanakan haji yang terakhir yautu haji wada’. Sekitar 100 ribu jamaah yang turut serta dalam ibadah haji bersama beliau. Pada saat wukuf di arafah Nabi SAW menyampaikan khutbahnya dihadapan umatnya yaitu yang berisi pelarangan melaksanakan penumpahan darah kecuali dengan cara yang benar, melarang mengambil harta orang lain dengan cara yang tidak benar, melarang makan makanan yang riba dan menganiaya, hamba sahaya harus diperlakukan dengan baik, dan umatnya supaya berpegang teguh dengan Al Qur’an dan sunah Nabi SAW.

Dalam surat Al Maidah ayat 3 telah diungkapkan bahwa:

Artinya: “ Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu, dan sungguh telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu.” (Q.S. Al Maidah (5) : 3).

Ayat ini menjelaskan bahwa dakwah nabi Muhammad SAW telah sempurna. Nabi Muhammad SAW dakwah selama 23 tahun. Pada suatu hari beliau merasa kurang enak badan, badan beliau semakin tambah melemah, beliau menunjuk Abu Bakar sebagai imam pengganti beliau dalam shalat. Pada tanggal 12 Rabiul Awwal tahun 11 Hijriyah beliu wafat dalam usia 63 tahun.

B. Nabi Muhammad SAW Rahmatan Lil ‘Alamin

Nabi Muhammad SAW adalah nabi akhiruzzaman yaitu nabi yang terakhir di dunia ini. Maka setelah nabi Muhammad Saw tidak ada nabi lagi di dunia ini. Allah SWT mengutus nabi Muhammad SAW sebagai rahmatan lil ‘Alamin yaitu untuk semua manusia dan bangsa. Nabi Muhammad Saw diutus untuk memberikan bimbingan kepada manusia agar menjalani hidup yang benar sehingga dapat memperoleh kebahagiaan di dunia maupun di akherat.

Misi Nabi Muhammad SAW

Misi yang dibawa nabi Muhammad SAW adalah cerminan atau panutan bagi seluruh umat manusia yaitu sebagai berikut:

a. Menyiarkan agama Islam

Islam disiarkan atau didakwahkan Rasulullah SAW secara sempurna terhadap umat manusia yaitu selama 23 tahun.

b. Menyampaikan wahyu Allah SWT

Wahyu Allah SWT yaitu berupa Al Qur’an. Al Qur’an ini di dakwahkan kepada umat manusia dan bangsa sebagai pedoman hidup.

c. Menyampaikan kabar gembira dan peringatan kepada umat manusia

d. Menyempurnakan akhlak yaitu akhlak Qurani

Misi nabi Muhammad SAW tidak hanya dikalangan kaum tertentu saja akan tetapi Rasulullah SAW diutus untuk seluruh kaum dan bangsa dan ajarannya berlaku untuk seluruh umat manusia sepanjang masa. Dari berbagai sumber

Pengujian Berat Jenis dan Kadar Air Kayu


Pengujian berat jenis dan kadar air kayu merupakan hal yang penting untuk mengetahui kuat kelas kayu dan kondisi kayu apakah sudah kering udara atau belum. Tujuan pengujian ini adalah untuk mengetahui berat jenis dan kadar air kayu yang akan digunakan sebagai bahan bangunan dalam sebuah proyek.
Benda uji yang diperlukan berupa balok kayu dengan ukuran tampang  68,8mm x 38,8 mm x 22,2 mm. Sedangkan alat yang digunakan dalam pengujian antara lain :
  1. Gergaji.
  2. Timbangan.
  3. Kaliper.
  4. Tungku pengering (oven)
  5. Desikator
Langkah-langkah dalam pengujian antara lain :
  1. Siapkan benda uji sesuai dengan ukuran diatas
  2. Timbang benda uji
  3. Masukkan benda uji ke dalam tungku pengering (oven) dengan suhu 105 oC, selama 2 – 3 hari sampai beratnya tetap.
  4. Keluarkan benda uji setelah 24 jam proses pengeringan, kemudian berat benda uji kering tungku tersebut ditimbang (benda uji dinyatakan kering tungku jika dalam 24 jam pengeringan berikutnya tidak berubah beratnya).
  5. Untuk mendapatkan keakuratan hasil pengujian, gunakan 3 benda uji.
Lalu bagaimana mendapatkan berat jenis dan kadar kayu setelah dilakukan pengujian sesuai langkah-langkah diatas? Berikut adalah salah satu contoh pengujian kayu. Contoh berikut menggunakan 1 benda uji. Dalam pelaksanaan di lapangan, gunakan 2 atau 3 benda uji untuk mendapatkan hasil yang akurat.
1. Dimensi benda uji
Panjang (mm) : 59,1
Lebar (mm) : 38,2
Tinggi (mm) : 21,6
2. Berat kayu (B1)
31,7 gram
3. Berat kayu kering tungku (B2)
27,4 gram
advertisement
4. Volume kayu (V)
V = 59,1×38,2×21,6 = 48764,592 mm³ = 48,76 cm³
5. Berat jenis kayu
B2 / V = 27,4 / 48,76 = 0,56
6. Bobot isi
B1 / V = 31,7 / 48,76 = 0,65 gram / cm³
7. Kadar air kayu
{ (B1 – B2) / B2 } x 100% = { (31,7 – 27,4) / 27,4 } x 100% = 15,7 %

Jadi kesimpulan dari pengujian diatas adalah
1. Volume kayu = 48,76 cm³
2. Berat jenis kayu = 0,56
3. Bobot isi = 0,65 gram / cm³
4. Kadar air kayu = 15, 7 %

Pemeriksaan Modulus Halus Pasir


Pemeriksaan modulus halus pasir adalah cara untuk mengetahui nilai kehalusan atau kekasaran suatu agregat. Kehalusan atau kekasaran agregat dapat mempengaruhi kelecakan dari mortar beton, apabila agregat halus yang terdapat dalam mortar terlalu banyak akan menyebabkan lapisan tipis dari agregat halus dan semen akan naik ke atas.
Benda uji yang digunakan adalah pasir dengan berat minimum 500 gr. Sedangkan alat yang digunakan adalah sebagai berikut :
  1. Satu set ayakan  4.75 mm,2.36 mm, 1.18 mm, 0.6 mm, 0.3 mm, 0.15 mm dan sisa.
  2. Alat getar ayakan
  3. Timbangan dengan ketelitian 0,1 gram
  4. Kuas pembersih ayakan
  5. Cawan
Cara pelaksanaan pengujian adalah sebagai berikut :
  1. Ambil pasir dengan berat 500 gr
  2. Masukkan pasir ke dalam set ayakan
  3. Pasanglah set ayakan kedalam alat getar ayakan kemudian getarkan selama 30 detik
  4. Ambil ayakan dari atas alat getar, kemudian timbang lah pasir yang tertinggal dari masing-masing tingkat ayakan
Untuk mengetahui gradasi pasir, perhatikan contoh perhitungan dibawah ini :
Pada saat pengayakan pasir, maka akan didapatkan berat pasir yang tertinggal untuk masing-masing ayakan. selanjutnya adalah dilakukan pengolahan atas data yang diperoleh tersebut.
1. Cara perhitungan berat tertinggal (%) = { ( berat tertinggal / total tertinggal ) x 100% }
  • Ayakan 4,75 mm = { ( 1,6 / 499,6 ) x 100% } = 0,4 %
  • Ayakan 2,36 mm = { ( 32,5 / 499,6 ) x 100% } = 6,5 %
  • Ayakan 1,18 mm = { ( 94,1 / 499,6 ) x 100% } = 18,9 %
  • Ayakan 0,60 mm = { ( 113,9 / 499,6 ) x 100% } = 22,7 %
  • Ayakan 0,30 mm = { ( 111,3 / 499,6 ) x 100% } = 22,3 %
  • Ayakan 0,15 mm = { ( 88,9 / 499,6 ) x 100% } = 17,8 %
  • Ayakan sisa = { ( 57,3 / 499,6 ) x 100% } = 11,4 %
2. Cara perhitungan berat kumulatif (%) = berat tertinggal ayakan + berat kumulatif ayakan diatasnya
  • Ayakan 4,75 mm = 0,4 + 0 = 0,4 %
  • Ayakan 2,36 mm = 0,4 +6,5 = 6,9 %
  • Ayakan 1,18 mm = 6,9 + 18,9 = 25,8 %
  • Ayakan 0,60 mm = 25,8 + 22,7 = 48,5 %
  • Ayakan 0,30 mm = 48,5 + 22,3 = 70,8 %
  • Ayakan 0,15 mm = 70,8 + 17,8 = 88,6 %
  • Ayakan sisa = 88,6 + 11,4 = xxxxx
3. Cara perhitungan berat kumulatif lewat ayakan (%) = 100% – berat kumulatif ayakan
  • Ayakan 4,75 mm = 100 – 0 = 99,6 %
  • Ayakan 2,36 mm = 100 – 6,9 = 93,1 %
  • Ayakan 1,18 mm = 100 – 25,8 = 74,2 %
  • Ayakan 0,60 mm = 100 – 48,5 = 51,5 %
  • Ayakan 0,30 mm = 100 – 70,8 = 29,2 %
  • Ayakan 0,15 mm = 100 – 88,6 = 11,4 %
  • Ayakan sisa = 100 – 100 = xxxxx
Dari perhitungan diatas bisa didapatkan tabel dibawah ini :
Contoh Hasil Pengujian
Contoh Hasil Pengujian
4. Cara perhitungan modulus halus (MHB) = total berat kumulatif / 100
MHB = 241 / 100 = 2,41
5. Dari modulus halus (MHB) tersebut didapatkan gradasi pasir masuk daerah II dengan menggunakan grafik modulus halus butiran pasir.

Pada umumnya pasir dapat dikelompokkan menjadi 3 macam tingkat kehalusan, yaitu :
  • Pasir halus : m.h.b 2,20 – 2,60
  • Pasir sedang  : m.h.b. 2,60 – 2,90
  • Pasir kasar : m.h.b. 2,90 – 3,20
Modulus halus butir selain untuk menjadi ukuran kehalusan butir juga dapat untuk mencari nilai perbandingan berat antara pasir dan kerikil. Penggolongan gradasi pasir dapat diperoleh dari grafik modulus halus butiran pasir.
Dari hasil pengujian diatas dapat disimpulkan :
  1. Modulus halus butiran pasir = 2,41
  2. Berdasarkan grafik modulus halus butiran pasir maka gradasi pasir termasuk daerah II ( agak kasar )
  3. Termasuk modulus halus butiran pasir yang dapat digunakan sebagai bahan bangunan

Minggu, 28 April 2013

Ilmu Dasar Yang Harus Di Kuasai Seorang Arsitek


Geometri dalam pengertian dasar adalah sebuah cabang ilmu yang mempelajari pengukuran bumi dan proyeksinya dalam sebuah bidang dua dimensi. Cabang ilmu ini pun berkembang sesuai dengan perkembangan arsitektur yang pada dasarnya memiliki keterkaitan satu sama lain. Satu hal yang menjadi pemikiran saya dalam melihat arsitektur adalah bahwa seorang yang menjual jasa arsitek rumah sekalipun tidak bisa ‘lari’ dari geometri. Pernyataan ‘lari’ disini adalah apa pun yang kita lakukan dalam merancang suatu rancangan, tidak bisa lepas begitu saja tanpa melihat geometri dari rancangan tersebut. Dunia arsitektur telah membuka mata saya bahwa tidak ada batasan dalam geometri.


Tidak ada suatu titik dimana kita tidak perlu lagi memikirkan geometri dari sebuah rancangan. Seluruhnya mempunyai aturan geometri. Mungkin memang bukan aturan geometri mendasar seperti yang dikemukakan oleh Euclid dalam 13 buku Euclid’s Elements-nya, tetapi lebih luas lagi pengertian geometri mencakup kenyataan bahwa selalu saja ada aturan, selalu saja ada alasan atau argumentasi mengapa sebuah bentuk itu memiliki bentuk yang demikian. Dalam tulisan singkat ini saya akan memberikan penjabaran bahwa dalam arsitektur kita tidak bisa ‘lari’ dari geometri. Tidak ada bentuk, rancangan, konsep dalam arsitektur yang bisa lepas dari geometri. Dengan kata lain geometri dalam arsitektur bersifat mengikat.
Geometri sekarang ini sudah berkembang menjadi sebuah bidang yang sangat luas. Hampir semua yang ada di dunia ini bisa dikaitkan dengan geometri. Dengan demikian, arsitektur pun tidak luput dari geometri. Arsitektur yang proses perancangannya sederhana (hanya merupakan susunan komposisi dan proporsi) sampai arsitektur yang proses perancangannya sangat kompleks (dengan memasukkan parameter-parameter kebutuhan manusia, bahkan parameter waktu) semuanya memiliki unsur-unsur geometri yang harus dikaji dan dipelajari. Ide apa pun yang ada di dalam kepala kita sebagai awal ide perancangan, bisa kita kaitkan ke geometri untuk lebih memperkaya, bukan hanya bentuk, melainkan juga sirkulasi dan esensi yang ada dalam rancangan kita. Oleh karena itu, saya berpendapat bahwa dalam merancang sebuah arsitektur tidak bisa lari dari geometri. Geometri dalam arsitektur memiliki sifat mengikat, karena sebagai perancang tidak bisa tidak mempertimbangkan geometri.

Partisi Ruangan dan Panel Dinding


partisi delatinos 150x150 Partisi Ruangan dan Panel Dinding
Partisi Ruangan dan Panel Dinding
Jika Anda ingin membagi ruang interior Anda dengan cara yang indah dan unik, partisi ruangan merupakan suatu alternatif yang bisa menjadi pilihan. Ada banyak ide gaya partisi yang akan mempercantik desain interior ruangan Anda dengan sempurna. Anda bahkan bisa memberikan akuarium ikan air tawar atau air laut sebagai partisi ruangan dan panel dinding. Anda untuk membuat interior Anda memiliki sentuhan alami. Begitu banyak ide-ide menarik yang dapat diwujudkan dalam desain partisi, dan Anda dapat membaca informasi mengenai partisi ruangan dalam artikel ini.
Anda juga dapat memilih partisi ruangan dan panel dinding dari berbagai bahan, warna, gaya dan ukuran. Desain partisi dapat bermacam-macam, dari yang bentuknya sebagai lemari pajangan atau pilar-pilar kayu yang menjulang tinggi dari lantai sampai langit-langit ruangan .
Banyak bahan yang dapat digunakan dalam membuat desain partisi. Kayu, kain, bambu, rotan, kulit, kaca, logam, vinil, atau bahkan plastik, Anda dapat menemukan mereka dengan mudah dalam gaya indah dan dalam jenis yang berbeda.
Seperti yang telah diulas diawal, Anda juga dapat menggunakan akuarium jika Anda ingin memiliki partisi hidup. terbuat dalam bentuk tangki akuarium untuk menampung ikan dan tanaman air. Dengan ikan yang indah dan tanaman di partisi Anda, akan menjadi focal point yang terarah ruangan Anda. Pilih gaya tertentu yang cocok dengan dekorasi interior Anda.


Partisi Ruangan dan Panel Dinding Interior

Partisi Ruangan dan Panel Dinding rumah anda pun agar tidak monoton, dapat dihias dengan panel dinding pelapis yang cantik . Dapat terbuat dari kayu, akrilic atau kaca . Panel Pelapis dinding dapat divariasi dengan hambalan-hambalan untuk ornamen pajangan rumah anda . Panel Dinding yang terbuat dari cermin dapat memberikan kesan luas pada ruangan yang sempit .

Galeri Partisi Ruangan dan panel dinding

P1040518 225x300 Partisi Ruangan dan Panel Dinding
Galeri Partisi
P1040219 2 225x300 Partisi Ruangan dan Panel Dinding
Galeri Panel Dinding
P1030002 2 300x225 Partisi Ruangan dan Panel Dinding
Galeri Panel Dinding
P1020402 baru 300x225 Partisi Ruangan dan Panel Dinding
Partisi Ruangan dan Panel Dinding
P1020435 baru 300x225 Partisi Ruangan dan Panel Dinding
Partisi Ruangan dan Panel Dinding
panel kaca delatinos 300x225 Partisi Ruangan dan Panel Dinding
Partisi Ruangan dan Panel Dinding
panel kaca puribintaro 300x201 Partisi Ruangan dan Panel Dinding
Partisi Ruangan dan Panel Dinding
DSC 0820 300x201 Partisi Ruangan dan Panel Dinding
Partisi Ruangan dan Panel Dinding
partisi delatinos 225x300 Partisi Ruangan dan Panel Dinding
Partisi Ruangan dan Panel Dinding
www.imaniadesain.com